Warga Wuhan: Pemerintah China Kesulitan Deteksi Virus Corona
September 20, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Warga Wuhan: Pemerintah China Kesulitan Deteksi Virus Corona

Corono Virus

Pasien Corono Virus di wuhan China

Pemerintah Cina dikabarkan kesusahan mendiagnosa pasien Novel Virus Corona( n- CoV 2019). Penduduk Wuhan, Wiliam Yang memberikan kisahnya tersebut kepada South Morning Cina Post.

Berita Trending – Pemerintah Cina dikabarkan kesusahan mendiagnosa pasien Novel Virus Corona( n- CoV 2019). Penduduk Wuhan, Wiliam Yang memberikan kisahnya terkait kesulitan tersebut kepada South Morning Cina Post.

William Yang merasa ketar- ketir karena ibunya yang berumur 57 tahun menunjukkan indikasi pilek, demam besar dan kesusahan bernapas. Pihak rumah sakit awal mulanya tidak menjaga ibunya sebagai penderita penderita virus corona.

Jadwal uji pada bertepatan pada 1 Februari dibatalkan karna kekurangan perlengkapan uji. 2 hari setelah itu, ibunya kesimpulannya di uji buat mengecek keberadaan virus corona di rumah sakit lain.

William agak lega sehabis hasil uji menampilkan kalau ibunya negatif virus corona. Kendati demikian, keadaan ibunya memburuk. Nyatanya dikala di uji buat kedua kalinya, ibunya dinyatakan positif virus corona. William pula wajib menunggu sebagian hari buat memperoleh kamar di rumah sakit.

” Telah sekian banyak hari terbuang percuma. mula- mula, tidak terdapat cukup perlengkapan uji, setelah itu terdapat tes palsu. Kondisinya belum membaik pada hari Senin,” ucap William.

Walaupun ibu dari William saat ini dirawat di rumah sakit, ia tidak dapat tenang. Alasannya, nenek dari William berumur 80 tahun yang telah lumpuh pula menampilkan indikasi yang sama dengan bunda dari William.

Nenek dari William sampai saat ini belum melaksanakan uji virus corona. Selama berhari- hari William sudah memohon ambulans yang tidak kunjung tiba.

” Ada banyak permasalahan seperti nenek aku dan mereka tidak tercantum dalam angka resmi,” katanya.

Virus Corono sudah melewati jumlah kematian global

Virus corona yang berasal dari kota asal William, sudah melampaui jumlah kematian secara global dari epidemi virus SARS pada 2003. Para ilmuwan Cina, Hong Kong, Makau, Singapore dan AS sudah bergabung dengan upaya global buat meningkatkan tata cara diagnostik yang lebih kuat buat memesatkan uji diagnosa pasien.

Kekurangan perlengkapan uji dan sedikitnya akurasi teknis Cina sudah memperparah suasana. Sedikitnya akurasi memunculkan dugaan terdapatnya infeksi corona yang jauh lebih banyak daripada yang ditunjukkan angka resmi.

Buat penuhi tantangan tersebut, pihak berwenang Cina mengeluarkan persetujuan dalam waktu 2 minggu buat 7 perlengkapan yang memakai tata cara asam nukleat buat menguji keberadaan virus.

Perusahaan- perusahaan yang meningkatkan perlengkapan deteksi virus merupakan BGI Group, Liferiver, Shanghai GeneoDx, DAAN Gene, Sansure Biotech, Shanghai BioGerm dan Shanghai Huirui Biotechnology.

Uji asam nukleat yang awal kali dibesarkan sepanjang wabah SARS, mengekstraksi asam nukleat dari ilustrasi lendir penderita yang diambil dari hidung atau tenggorokan mereka buat memastikan apakah ada virus.

Asam nukleat memiliki data genetika virus, yang setelah itu bisa diidentifikasi di laboratorium lewat respon biokimia ataupun pengurutan( sequencing) gen. Segala proses cuma memakan waktu beberapa jam.

Kepala Pusat di Rumah Sakit Universitas Wuhan, Li Yan berkata kesalahan pada satu tahap bisa pengaruhi hasilnya sebab uji ini melibatkan beberapa langkah,

Presiden Perguruan Ilmu Medis Cina Tingkat keakuratan uji cuma 30 sampai 50 persen. Oleh karena itu uji bunda William menampilkan hasil negatif pada uji pertama.

Sedikitnya akurasi uji bukan awal kali yang terjadi. Seseorang penderita di Rumah Sakit Beijing di uji negatif 3 kali namun kesimpulannya dikonfirmasi mempunyai peradangan virus corona sehabis ilustrasi cairan diambil dari dalam paru- paru.

Pedoman terkini yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan Cina berkata kalau hasil uji nukleat positif merupakan salah satunya metode buat mengonfirmasi permasalahan corona. Pedoman ini

memicu perdebatan tentang tata cara alternatif seperti pemindaian CAT.

Li Yan berkata pemindaian CAT pula mempunyai kekurangan. Li Yan berkata CAT hanya dapat mengatakan indikasi di paru- paru. Sementara itu virus yang berbeda bisa menciptakan indikasi yang mirip dengan corona. Oleh sebab itu, CAT bukan uji yang sangat akurat buat corona.

Perlengkapan uji coba asam nukleat tidak ada di provinsi Hubei hingga 16 Januari. Saat sebelum itu, ilustrasi dari Hubei wajib dikirim ke Beijing buat pengujian dalam proses yang memakan waktu paling tidak 3 hari.

Saat ini, nyaris 100 laboratorium di seluruh provinsi, tercantum yang di rumah sakit dan universitas, bisa melakukan uji dalam waktu 5 jam. Laboratorium- laboratorium di Wuhan dapat memproses paling tidak 4. 000 sampel tiap harinya.

BGI Group yang berbasis di Shenzhen merupakan industri awal dari 7 industri yang mendesak peluncuran alat pengujian. Seorang perwakilan BGI berkata industri lagi meningkatkan produk dalam waktu kurang dari 2 minggu dan mendapatkan persetujuan peraturan 12 hari setelah itu.

Perawat di Wuhan Memotong Rambutnya

Liferiver, suatu industri biotek yang berbasis di Shanghai, memerlukan waktu 20 hari dari pengembangan sampai peluncuran pasar.Proses pengembangan itu harusnya memakan waktu 2 sampai 3 tahun.

Kapasitas ketujuh pemasok yang dikombinasikan sudah menggapai 1 juta alat per hari. BGI mengatakan pihak berwenang sudah memberinya akses logistik khusus buat memastikan pasokan material ke salah satu basis produksinya di Wuhan.

Di luar Cina daratan, bermacam upaya pula lagi dicoba. Para periset di Hong Kong dan Makau sudah menciptakan tata cara diagnostik yang membagikan hasil dalam 40 menit. Perlengkapan ini telah digunakan ataupun diuji oleh sebagian pusat pengendalian penyakit Cina daratan.

Secara terpisah, Veredus Laboratories yang berbasis di Singapore sudah mengumumkan perlengkapan pendeteksi portabel buat virus corona, MERS, SARS, dan virus lain dalam satu pengujian.

Uji ini, yang bisa dicoba dalam 2 jam, perlengkapan dapat digunakan sebagai lini pertahanan awal buat mengetahui virus corona.

Dengan memakai alat

tersebut, pihak berwenang akan bisa dengan cepat menguji berbagai kemungkinan penyakit pada turis yang tiba dari negara- negara yang sudah mengalami wabah.