June 3, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Perkara “Dansa”Membawa Virus Corona Masuk Ke Indonesia

Rumah Di Depok

Rumah 2 WNI Terkena Corona

Presiden Indonesia mengumumkan secara langsung ada 2 WNI positif virus corona di dalam negara. Dilaporkan, penyebaran virus ini gegara korban turut dansa.

Seminarioaversa – Presiden Indonesia mengumumkan secara langsung terkait adanya 2 WNI positif virus corona di dalam negara. Dilaporkan, penyebaran virus ini gegara korban turut dansa.

2 WNI yang positif corona merupakan masyarakat Perumahan Studio Alam, Depok, Jawa Barat. Korban merupakan ibu dan anak, berumur 64 tahun dan 31 tahun.

Penularan virus corona ini berawal dari kunjungan WN Jepang yang tinggal di Malaysia ke RI. Menkes Terawan Agus Putranto, menerangkan saat sebelum dinyatakan positif corona, sang gadis ditemukan berdansa dengan WN Jepang di suatu tempat di klub Paloma. Dari sini lah petaka pembawa virus corona bermula

Baca Juga : Virus Corona Tersebar di Depok, Positif Ada di Indonesia, Waspada!

Dansa antara korban corona dengan WN Jepang berlangsung pada 14 Februari, tepat di hari valentine. Terawan menyebut, perempuan 31 tahun itu menjabat sebagai guru.

” Jadi dia guru dansa dan dia berdansa dengan sahabat dekatnya itu( WN Jepang, red),” kata Menkes Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di RSPI Sulianto Saroso, Jakarta Utara, Senin( 2/ 3/ 2020).

2 hari setelahnya, sang perempuan ini mengalami batuk- batuk. Kemudian dicoba rawat jalan di rumah sakit. 10 hari setelahnya, dia merasa batuknya tidak kunjung hilang. Karena tidak kunjung sembuh, sang guru dansa ini memohon dirawat di rumah sakit.

Ternyata, virus corona yang menyerang perempuan itu terungkap setelah WN Jepang tersebut menelpon korban. Dari sambungan telepon itu, sang WN Jepang berikan berita kalau dia di Malaysia dirawat karena positif corona.

” Bertepatan pada 28 ditelepon sama temen dansanya itu, temen deketnya itu kalau dia di Malaysia dirawat orang Jepang- nya tadi dengan Corona positif,” kata Terawan.

WN Jepang menjadi penyebab Virus Corona Masuk Indonesia

Image result for rumah di depok corona

Dari telepon WN Jepang seperti itu sang guru dansa melapor kepada tim kedokteran yang merawatnya. Pada 2 Maret, diketahui kalau 2 orang ini positif virus Corona.

” Setelah itu dia memberitahukan kepada yang merawat, walaupun dia udah dirawat sebagai orang dalam pengawasan dia jadi pasien dalam pemantauan. Pasien dalam pemantauan sehingga teman- teman dokter yang terdapat di Rumah sakit dia telah mempersiapkan diri dengan seluruh perlengkapannya dianggap sebagai pasien dalam pemantauan,” jelas Menkes.

” Setelah itu karena ditelepon oleh temennya, jadi aku meralat karena belum detail saya tadi saya kira dari Kemenkes Malaysia ternyata bukan, dari temennya sendiri dia menyampaikan informasi ke tim dokternya dan perawatnya di 29( Februari) akhirnya dilakukan pemindahan di RSPI Saroso,” imbuhnya.

” Sampai sini bertepatan pada 1. Tanggal 1 kita langsung cek dan sebagainya hasilnya tadi pagi aku diberi tahu maka tracking- nya sudah jalan orang dalam pengawasan tracking itu telah jalan. Sehingga sang perempuan ini bersama ibunya yang umur 64, kita dua- duanya kita cek di sini,” jelas Menkes Terawan lagi.

Rumah Korban Telah Diisolasi

Image result for rumah di depok corona

Keduanya saat ini dirawat di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara. Situasi di rumah korban di Depok telah diisolasi. Tukang kebun yang bekerja dengan korban juga turut dibawa ke RSPI. Laki- laki yang baru 2 bulan bekerja di rumah korban, masuk dalam jenis pasien dalam pengawasan.

Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad menuturkan, permasalahan ini setelah itu berakibat para regu kedokteran Rumah sakit Mitra Keluarga Depok, yang awal kali menanggulangi sang guru dansa. Usai menanggulangi penderita tersebut, puluhan tenaga kedokteran di Rumah sakit Mitra Depok dirumahkan.

” Dikhawatirkan oleh pihak Rumah sakit, karena 70 ini yang berinteraksi mengobati mendampingi sang pasien sementara dirumahkan agar tidak terjangkit ke yang lain. Tenaga medis yang berhubungan, dikhawatirkan, karena mereka berinteraksi. Itu dihitung semua, mereka semua dirumahkan,” ucap Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad kepada wartawan di Balai Kota, Depok.

Dalam masa perawatan, 2 masyarakat Depok ini dirawat di gedung terpisah. Sekretaris Ditjen P2P Kemenkes Achmad Yurianto pernah mengecek keadaan keduanya. Mereka dikatakan menghabiskan waktu dengan membaca serta bermain HP.

” Terdapat 2 orang perempuan, kami temui tidak kontak langsung karena isolasi, satu membaca majalah tidak gunakan selang oksigen, kami baca list pemeriksaan, tidak demam cuma kadang batuk, lalu satu main HP, sempat intercom,” ucap Yuri di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.