Usia 52 Tahun, Jeremy Teti Ungkap Alasan Belum Mau Menikah
September 24, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Usia 52 Tahun, Jeremy Teti Ungkap Alasan Belum Mau Menikah

Pembawa Berita

Jeremy Teti dan Deddy Corbuzier

Seminariaoversa – Presenter senior Jeremy Teti masih enggan menikah, kendati usianya sudah 52 tahun. Menurutnya, berumah tangga tak menjamin kebahagiaan untuknya.

“Kayaknya untuk sekarang, enggak (ingin menikah). Hidup ini pilihan loh. Emang orang menikah terus bahagia?” kata Jeremy seperti dikutip dari vlog YouTube Deddy Corbuizer, Jumat (28/8/2020).

Situs judi slot online terpercaya di Indonesia

Jeremy mengaku sempat terpikir memilik anak. Namun, keinginan itu dipendamnya setelah melihat realita banyak orangtua yang ditinggalkan anak-anaknya setelah dewasa.

Jeremy berpikir bahwa menikah bukan satu-satunya cara meraih kebahagiaan. Baginya, hal itu bisa didapat dengan mendedikasikan diri untuk merawat sang ayah yang kini berusia 85 tahun dan sakit-sakitan.

“Aku mencari kebahagiaan dengan caraku sendiri dan bisa membahagiakan orang tuaku sampai akhir hayatnya. Aku enggak mau orang tuaku susah di hari tuanya. Itu janjiku kepada diriku, orangtua dan pada Tuhan,” ungkap Jeremy.

Jeremy tak peduli dengan anggapan orang terkait pilihannya tetap menyendiri di usia yang tak muda lagi. Terpenting baginya, kebutuhan sang ayah bisa terpenuhi hingga akhir hayatnya.

“Yang penting orangtua gue hidup sampai akhir hayat (bisa tercukupi). Jangan sampai orangtua mau berobat enggak ada duit,” tandasnya..

6 Potret Terbaru Jeremy Teti yang Kini Berjambang dan Bertato, Bikin  Pangling - Hot Liputan6.com

Pernah Hampir Dibunuh di Timor-Timur

Liputan 6 SCTV Ulang Tahun, Jeremy Teti Kenang Liputan Konflik di Timor  Timur - Liputan 6 Pagi - YouTube

Mantan penyiar televisi, Jeremy Teti mengakui ia hampir meninggal menjelang pengumuman Hasil Jajak Pendapat di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1999. Ia bersama seorang kamerawan SCTV, menjadi satu-satunya wartawan yang bertahan di Dili saat semua jurnalis asing sudah bersembunyi. 

“Ada orang muter-muter pakai motor, pakai racing. Saya berdua dengan camera man. Dia bilang, ‘Bapak harus bilang, itu saudaraku yang mati ditembak sama Brimob,’ sementara lokasi aku dengan tempat penembakan hanya ratusan meter,” kata Jeremy saat menjadi tamu di podcast Close The Door milik Deddy Corbuzier, tayang pada Rabu, 26 Agustus 2020. 

Saat itu, ia mengaku tetap semangat. Adrenalinenya terpacu, sementara rekannya sudah ketakutan. “Mana kita masih pakai kabel panjang, biar bisa dapat gambar, gue ke tengah jalan. Eh dia muter-muterin gue sambil nodongin pistol hanya berjarak beberapa meter, duh bentar lagi mati aku,” ujarnya. 

Ia kemudian berbicara kepada pemuda itu dengan menggunakan Bahasa Tetun, lantaran Jeremy asli Timor Leste. Ia mencatut nama adiknya yang saat itu menjadi pemain bola terkenal di Dili. “Aku sebutin nama adikku pakai Bahasa Tetun, dia kaget, ‘Bapak bisa Bahasa Tetun?’ Terus wajahnya malu, lah gue orang situ,” katanya mengisahkan kembali peristiwa 21 tahun lalu. 

Meski nyawanya tinggal sejengkal lagi, Jeremy mengaku justru menikmatinya. “Itu sensasi terhebat dalam hidupku, yang orang lain belum tentu bisa rasakan. Aku menikmati di posisi ketika ditekan. Itu sebuah sensasi, yang kita cari dalam kenikmatan hidup itu adanya sensasi itu,” katanya. 

Tapi ia menolak disebut Deddy fetish. “Enggak ah gue enggak mau fetish, seram. Enggak fetish pakai pakaian kayak gini-gitu. Ada yang bilang, ‘Abang pakai jas lengkap aku pengen ketemu,’ apaan sih ini orang,” tuturnya.  

Jeremy menuturkan, saat masih bocah, ia bersama warga Dili pernah terjebak dalam Perang Timor-Timur pada 1975. “Waktu SD, kami dievakuasi naik truk milik orang Cina keluar Dili,” katanya. “Sensasi itu menegangkan tapi dinikmati saja.”