Sumarno Anak Tukang Bakso Sukses Jadi Kolonel TNI
November 28, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Sumarno Anak Tukang Bakso Sukses Jadi Kolonel TNI, Kini Ada di Ring 1 Presiden

Kolonel TNI

Sumarno Anak Tukang Bakso Jadi Kolonel TNI Ada di Ring 1 Presiden.

Kolonel Sus Sumarno merupakan Kepala Bagian Operasional Pengamanan di Sekretariat Militer Presiden, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia

Seminarioaversa – Kolonel TNI Sus Sumarno merupakan Kepala Bagian Operasional Pengamanan di Sekretariat Militer Presiden, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Bukan berasal dari keluarga berada, ia merupakan anak penjual bakso.

Kesuksesan yang sudah berhasil diraih Sumarno tentu tak luput dari kata kegagalan dan perjuangan. Ingin tahu seperti apa kisah Kolonel Sus Sumarno dalam menggapai keberhasilannya? Berikut ulasannya.

Orangtua Mampu Berikan Modal Hingga SMA Saja

Pada 1990 diketahui dirinya baru saja menyelesaikan pendidikannya di tingkat SMA. Orangtua mengatakan bahwa Sumarno telah bersekolah di SMA yang bagus, sehingga diharapkan dirinya bisa melanjutkannya dke tingkat perguruan tinggi.

Namun mengingat ia memiliki empat adik yang juga harus masih bersekolah, sang orangtua berkata tak mampu membiayai Sumarno kuliah. Mereka mengatakan hanya mampu menyediakan modal untuk anak-anaknya hingga tamat di bangku SMA saja, sehingga harapannya sang anak mampu bekerja setelah itu.

Pernah Gagal Daftar Akabri

Tamat dari bangku SMA, Sumarno sempat diajak oleh teman-teman satu kampungnya untuk mendaftar Akabri di Semarang. Akan tetapi ia gagal pada saat itu.

Sontak kegagalan tersebut menjadi cambuk baginya dan yakin mampu melewati tes Akabri pada tahun berikutnya. Tahun 1991, Sumarno kembali mencoba mengikuti tes, namun sayang dirinya tetap mengalami kegagalan yang sama.

Dicemooh Tetangga

Kegagalan tersebut membuat Sumarno dicemooh oleh para tetangga sekitarnya. Hal tersebut membuat dirinya begitu malu kepada orangtuanya, kemudian ia memantapkan untuk kembali mengikuti tes.

“Koe ngerti enggak No? Kamu itu seorang manusia kerdil yang berusaha untuk menggapai bintang. Jadi enggak akan mungkin,” ungkap Sumarno dalam Acara Kick Andy Show.

Ikut Tes Secara Diam-Diam dan Diterima di Akademi TNI AU

Pada tahun ketiga, Sumarno kembali melakukan tes bersama teman-temannya secara diam-diam lantaran begitu malu kepada orangtua dan tetangganya. Berbeda dengan tes sebelumnya, kali ini ia dinyatakan lolos dan diterima di Akademi TNI Angkatan Udara.

“Kami daftar diam-diam termasuk sama orangtua, dan puji syukur pada yang ketiga ini saya lolos saya dinyatakan lulus dan masuk dalam akademi TNI Angkatan Udara,” ungkap Sumarno.

Pernah Jadi Pramusaji dan Kuli Bangunan

Sebelumnya, Sumarno juga sempat menggeluti bidang serabutan. Ia rela menjadi pramusaji bahkan kuli bangunan.

“Iya pernah jadi pramusaji. Iya jadi yang bangunannya punya tukang sendiri nah saya kulinya. Kuli gitu lah mas Andy kira-kira,” ucapnya.

Terselip Doa Ibu dalam Kepala Ikan

Sosok Sumarno juga dibiasakan untuk selalu memakan ikan hanya bagian kepalanya saja. Bukan tanpa maksud, sang ibu menjelaskan bahwa dengan memakan kepala ikan kelak dirinya akan menjadi seorang ‘Kepala’.

“Kamu makan kepala ikan saja, siapa tahu nanti kamu jadi kepala,” ujar Sumarno.

“Oh ini adalah doa seorang ibu,” kata Andy menanggapi sembari tersenyum.

Jadi Kolonel TNI, Ada di Ring 1 Presiden

Kini, Sumarno berhasil meraih kariernya sebagai seorang Kepala Bagian Operasional Pengamanan di Sekretariat Militer Presiden, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. Ia bertugas untuk melayani Presiden secara langsung.


Sayangnya, orangtua Sumarno tidak bisa melihat kesuksesannya setinggi ini lantaran tengah dipanggil sang pencipta terlebih dahulu. Sumarno mengungkap bahwa sang ibu meninggal saat dirinya berada di pangkat Kapten menuju Mayor pada 2006 silam, sedangkan sang ayah berpulang menghadap sang pencipta pada 2015 lalu.