Nikita Mirzani Datang Membantu ke Tempat Mangkal Waria
September 26, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Nikita Mirzani Datang Membantu ke Tempat Mangkal Waria, Sempat Dihadang Warga Berakhir Haru

Nikita Mirzani

Nikita ke Tempat Waria Dihadang Warga. Channel YouTube Crazy Nikmir

Seminarioaversa – Nikita Mirzani, kerap membagikan rezekinya untuk masyarakat kurang mampu. Bahkan, kediamannya kerap didatangi oleh orang-orang yang meminta sumbangan.

Kali ini perjalanan wanita yang akrab disapa Nyai ini diadang warga saat hendak mengunjungi para waria. Seperti diketahui baru-baru ini tengah viral bantuan berisi sampah terhadap para waria. Niki pun ingin mengetahui keadaan mereka yang sebenarnya di jalan itu.

Berikut momen Nikita Mirzani mendatangi tempat mangkal waria yang berakhir haru.

Kamera Tersembunyi

Nikita Mirzani bersama tim telah membuat rencana investigasi dengan membawa kamera kecil yang disisipkan di celana dan bawah topi. Salah seorang dari anghota tim turun dan menemui waria untuk bercengkrama

Di sela-sela obrolan antara tim Niki dan waria bernama Nunu, tiba-tiba ada warga yang menegur. Nada marah dan menghujat terlontar. Dia curiga dengan kamera di bawah topi yang terus menyorot.

Diadang Warga

Niki dan tim lain yang berjaga di dalam mobil khawatir bila temannya akan mengalami hal yang tidak diinginkan. Semua keluar menghampiri, langsung diadang warga yang tidak terima dengan kamera tersembunyi.

Niki lantas memberi penjelasan kepada mereka. Hal ini dilakukan supaya tidak salah sasaran dalam membantu.

“Ini dia ke sini pakai kamera sembunyi-sembunyi,” ujar salah seorang warga.

“Kita kan mau tahu, keadaan di sini sebenarnya kayak gimana? Jadi tahu kita harus bantunya apa,” kata Nikita.

Nikita Berusaha Menenangkan

Suasana malam itu semakin tegang. Beberapa warga merasa tidak nyaman dengan adanya kamera dan tanpa izin apa pun sebelumnya. Ibu tiga anak ini berusaha menenangkan warga, dan menyatakan bahwa mereka juga punya tata krama.

“Takutnya ditanya ke syut..,” seorang warga yang mengenakan masker angkat bicara.

“Oh nggak dong mas, kita juga punya cara, kita juga punya tata krama,” jelas Niki.

“Nggak ada izin dulu ini ke kita? Ini masnya dari mana ini?,” kata warga yang lain.

“Dia tim saya,” kata Niki.

“Kenapa tadi masnya nggak ngomong?,” tambah warga lagi.

Syuting Waria yang Mangkal, Malah Warga yang Ribut

Niki yang sedari awal sudah berusaha menjelaskan maksud dan tujuannya, masih tetap diadang oleh warga. 

“Kita nggak syuting kalian. Kami mau ngambil-ngambil mereka (waria) ini lho,” ujar Niki.
“Kita mau bagi-bagi berkah,” tambah seorang tim.

“Kalau masnya kurang nyaman, masnya bisa menghindar dulu, biar saya ngobrol sama mereka,” kata Niki lagi.

“Sebelumnya udah ada omongan sama orang ini (waria) nggak?,” tukas warga.

Investigasi jadi Salah Paham

Kedatangan Nikita masih tidak disambut hangat oleh warga. Mereka masih salah paham dengan niat baik Niki.

“Kamu senang nggak ada saya?,” tanya Niki pada ketiga waria.

“Senaang,” sorak semuanya.

“Saya nggak suka kamera sembunyi kayak gitu,” kata warga.

“Ya kan namanya investigasi pak,” papar Niki.

Berbincang dengan Waria

Setelah keadaan mulai tenang, Niki meminta izin untuk bisa berbincang dengan ketiga waria. Malam itu di daerah Gedung Juang, Niki mewawancarai Agnes (Anggi), Nunu, dan Vera (Arifin).

“Minta maaf sebelumnya, Niki tidak mau menyakiti hati siapapun. Kenapa sih kerja begini di pinggir jalan?,” tanya Nikita.

“Emang udah kebutuhan. Kalau nggak begini, nggak makan kita,” ujar Nunu.

Pendapatan Rp50 – Rp500 Ribu

Niki yang berniat berbagi rezeki, ingin mengetahui dulu sepak terjang waria dalam mencari nafkah sehari-hari. Biasanya sebelum masa pandemi bisa dapat Rp400 hingga Rp500 ribu per malam. Kalau dalam masa Covid-19, bisa tidak dapat sama sekali.

“Biasanya dapat berapa kalau sebelum ada pandemi?,” kata Niki.

“Kalau sebelum ada pandemi, kita nggak muluk-muluk ya, empat ratus lima ratus satu malam bisa dapat,” papar Agnes.

“Kita kan bukan perempuan beneran ya, (penjelasan mengenai pelayanan disensor), kalau main di tempat, kadang di kebun, paling lima puluh atau delapan puluh. Kalau di kosan, paling pek go (gopek atau lima ratus),” tambahnya.

Jika Bertemu Pelanggan Psycho

Niki masih penasaran dan khawatir, bila mereka mendapatkan pelanggan yang psycho bisa berujung kematian atau luka kekerasan fisik. Tapi mereka mengaku itu sebagai risiko pekerjaan dan sudah bisa menilai.

“Nggak takut kalau dapat pelanggan psycho, kan banyak itu? Kalau dimutilasi, dibunuh,” papar Niki.

“Itulah risikonya kita, namanya juga hidup di jalan. Kita bisa lihat mana tamu yang benar, mana tamu yang nggak benar. Kalau seumpama sudah banyak cincong, biasanya kita tolak,” jawab Agnes.

Nikita Tak Bisa Menahan Haru

Nikita yang terus mendengar lika-liku perjalanan panjang ketiganya hingga menjadi seorang waria, tak dapat menahan haru. Mereka pamit dari kampung masih berdandan laki-laki.

Niki semakin meneteskan air mata tatkala mendengar ketiganya pernah tidak ada uang sepeser pun dan tidak ada tamu sama sekali.

“Kalian pernah nggak sih mangkal, nggak ada tamu, nggak bisa makan?,” tanya Nikita.

“Udah pernah kita jalanin,” jawab Vera.

“Semalam, nggak ada tamu seorang pun. Kayak kuburan gini, ” tambahnya.

“Paling pulang jam empat, kalau lagi puasa gini pulang jam dua atau tiga,”

Pendapat Terhadap Ferdian Paleka

Mereka mengaku sangat kesal kepada Ferdian Paleka, YouTuber yang viral karena membagi-bagikan sembako berisi sampah kepada waria.

“YouTuber yang kemarin viral bagi-bagi sedekah sampah, itu menurut kalian gimana?,” tanya Nikita.

“Kalau menurut kita ya kak ya, itu memang sudah keterlaluan. Hal-hal yang tidak bagus untuk ditiru. Karena kan di saat posisi kita sedang seperti ini. Mungkin pemikiran dia ngeprank buat ngambil di YouTube aja, dan kali pemikiran lebih inisiatifnya mungkin dia iseng-iseng lah bercanda. Karena posisinya kita sedang ada musibah seperti ini. Kalau dibilang kesal ya kesal, jengkel ya jengkel. Tapi mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur,” kata Agnes.

Pesan dari Nikita Mirzani

Nikita menilai para waria keral kali dicap negatif oleh masyarakat. Namun mereka juga manusia biasa yang memiliki hati dan perasaan. Mereka juga mengaku ingin bisa berubah jadi pria sejati.

Menurutnya, mereka sebaiknya dirangkul dan diajak ke kebaikan. Niki juga paham, meski di luar sana ada waria yang bersikap jelek yang tidak perlu dicontoh.

“Waria itu bukan sampah, dia juga manusia, punya hati dan perasaan kayak kita. Meski ada waria yang sifatnya mencoreng nama waria yang tidak patut dicontoh,” kata Niki.

“Mohon doanya dari kak Niki dan teman-teman semuanya, mudah-mudahan ada mukjizat dari Tuhan. Kita juga nggak mungkin hidup selamanya seperti ini,” ujar Agnes.

Niki Berbagi ke Semua

Nikita menutup percakapan dengan memberikan ketiga waria beberapa lembar uang yang ditutupi. Kemudian meminta seorang timnya untuk mengeluarkan bingkisan sembako, yang dibagikan pada waria serta warga yang ada di tempat.

“Ini kita ada sedikit rejeki,” papar Niki sembari memberi lembaran uang yang ditutupi.

“Terima kasih banyak kak Niki, semoga sukses selalu. Rejeki ini kita terima,” kata Agnes yang langsung dipeluk oleh Nikita.