Mengenang 5 Lagu Andalan Didi Kempot yang Menyentuh Hati
November 30, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Mengenang 5 Lagu Andalan Didi Kempot yang Menyentuh Hati, Lengkap dengan Terjemahan

Didi Kempot

Mengenang Lagu Didi Kempot

Sang maestro campursari telah menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Kasih Ibu pada pukul 07.45 WIB. Kepergian musisi terkenal di kalangan anak muda

Seminarioaversa – Sang maestro campursari Didi Kempot telah menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Kasih Ibu pada pukul 07.45 WIB. Kepergian musisi yang kian terkenal di kalangan anak muda ini tentu membawa duka yang mendalam.

Meskipun demikian, karyanya yang begitu melegenda akan tetap terus ada di hati penggemar setianya. Berikut 5 lagu andalan Didi Kempot yang menyentuh hati.

Pamer Bojo

Satu lagu khas yang menjadi andalan sang maestro dan penggemarnya yang disebut dengan Sobat Ambyar adalah Pamer Bojo. Berikut liriknya.

Koyo ngene rasane wong nandang kangen
Seperti ini rasanya jika seseorang sedang rindu

Rino wengi atiku rasane peteng
Seriap malam hatiku rasanya suram

Tansah kelingan kepingin nyawang
Selalu teringat ingin memandang

Sedelo wae uwis emoh tenan
Sebentar saja sudah benar-benar tidak mau

Cidro janji tegane kowe ngapusi
Mencederai janji teganya engkau membohongi

Nganti seprene suwene aku ngenteni
Sampai saat ini aku lama menanti

Nangis batinku nggrantes uripku
Tangis batinku terluka hidupku

Teles kebles netes eluh neng dadaku
Basah menetes air mata di dadaku

Dudu klambi nyar sing neng njero lemariku
Bukan baju baru yang ada di dalam lemariku

Nanging bojo anyar
Tapi suami baru

Sing mbok pamerke neng aku
Yang kamu pamerkan kepadaku

Dudu wangi mawar
Bukan wangi mawar

Sing tak sawang neng mripatku
Yang ku lihat di mataku

Nanging kowe lali
Tetapi engkau lupa

Nglarani wong koyo aku
Menyakiti orang sepertiku

Nengopo seneng aku
Mengapa suka kepadaku

Yen mung gawe laraku
Jika hanya membuat sakit hati

Pamer bojo anyar
Pamer suami baru

Neng ngarepku
Di depanku

Sewu Kuto

Sewu Kuto adalah salah satu lagu legendaris yang dapat dikatakan sebagai lagu yang melejitkan nama Didi Kempot pada kancah music nasional. Liriknya yang begitu menyayat hati membuatnya dijuluki sebagai Godfather of Broken Heart. Berikut penggalan liriknya.

Umpamane kowe uwis mulyo
Apabila kamu sudah bahagia

Lilo aku lilo
Rela aku rela

Yo mung siji dadi panyuwunku
Ya Cuma satu yang aku inginkan

Aku pengin ketemu
Aku ingin ketemu

Senajan sak keeping moto
Meskipun hanya satu kedipan mata

Kanggo tombo kangen jroning dodo
Untuk obat rindu di dalam dada

Stasiun Balapan

Ciri khas dan unik dari musisi campursari yang melegenda ini adalah seringnya mengabadikan berbagai nama tempat ke dalam lagu yang diciptakannya. Di antaranya yaitu Stasiun Balapan. Begini petikan liriknya.

Janji lungo mung sedelo
Janji pergi hanya sebentar

Malah tanpo kirim warto
Malah pergi tanpa kabar

Lali opo pancen nglali
Lupa atau memang melupakan

Yen eling mbok enggal bali
Jika ingat kembalilah

Terminal Tirtonadi

Selain Stasiun Balapan, beliau juga menulis lagu yang menggunakan nama tempat lain yaitu Terminal Tirtonadi yang terletak di Solo. Begini penggalan liriknya.

Rasane ngitung nganti lali
Rasanya menghitung hingga lupa

Wis pirang taun anggonku ngenteni
Sudah berapa tahun aku menunggu

Ngenteni sliramu
Menunggu cintamu

Neng kene tak tunggu
Di sini aku tunggu

Nganti saelingmu
Hingga seingatmu

Cidro

Salah satu lagu hits di kalangan penggemar setianya adalah Cidro. Berkisah tentang rasa sedih seorang lelaki yang ditinggalkan oleh kekasihnya, begini petikan liriknya.

Gek opo salah awakku iki
Lalu apa salahku ini

Kowe nganti tego mblenjani janji
Kamu sampai tega mengingkari janji

Opo mergo kahanan uripku iki
Apa karena keadaan hidupku ini

Mlarat bondo seje karo uripmu
Kurang harta berbeda dengan hidupmu

Aku nelongso mergo kebacut tresno
Aku menderita karena terlanjur cinta

Ora ngiro seikine cidro
Tidak mengira sebegini sakitnya