Lockdown Tegal, Walikota: Lebih Baik Saya Dibenci Sebelum Maut Datang
September 21, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Tegal Lockdown ,Walikota: Lebih Baik Saya Dibenci Daripada Maut Menjemput

Tegal

Walikota Tegal sudah memngumumkan lockdown tegal

Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono Berlakukan Lockdown Tegal, Jawa Tengah Dia akan menutup akses jalan masuk ke Kota Tegal

Kebijakan ini dia ambil untuk keselamatan warga tegal

Seminarioaversa – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono Berlakukan Lockdown Tegal, Jawa Tengah Dia akan menutup akses jalan masuk ke Kota Tegal menggunakan MCB barier beton mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020.

“Kami akan lockdown Tegal lokal full, kecuali jalur provinsi dan nasional tetap buka. Seluruh perbatasan masuk kota akan kami tutup pakai MCB barier beton seberat 2 ton yang dimungkinkan warga tidak bisa memindahkan,” kata Dedy, diakses dari , Jumat, 27 Maret 2020.

Dedy mengatakan, pembatasan tersebut dilakukan karena wilayahnya sudah menjadi daerah darurat penyebaran virus corona (Covid-19). Kebijakan ini dia ambil setelah mempertimbangkan aspek keselamatan warga kota Tegal.

” Kalau saya bisa memilih, lebih baik saya dibenci warga dari pada maut menjemput mereka. Masyarakat harus memahami keadaan ini sudah darurat. Masyarakat harus kompak supaya terhindar dari wabah corona,” kata dia.

Pihaknya sudah menyiapkan solusi dengan memberikan bantuan sosial melalui Dinas Sosial ke warga miskin atau yang membutuhkan.

” Pemkot koordinasi terus dengan gugus tugas untuk penangan Covid-19 dan membantu mengumpulkan dana untuk warga,” ujar dia.

Penutupan Akses

Jika Dilockdown, 49 Titik di Kota Tegal Akan Dibeton - Radar Tegal ...


Gagasan lockdown tegal lokal ini sudah muncul sejak Minggu, 22 Maret 2020. , Dedy mengawali karantina wilayah dengan menutup ruang publik di kawasan alun-alun, Jalan Ahmad Yani, GOR Wisanggeni, dan Jalan Gajah Mada. Penutupan berlangsung hingga 29 Maret 2020.

Aksi penutupan ini melibatkan tim dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Satlantas Polres Tegal Kota memasang median jalan di beberapa titik.

Akses menuju alun-alun dari sisi timur ditutup di jembatan Jalan Pancasila. Untuk arah masuk sisi barat, dialihkan menuju Jalan Ahmad Yani. Tetapi, Jalan Ahmad Yani ditutup pada sisi utara atau tepatnya di perempatan lampu merah gantung.

” Bagi kendaraan yang akan ke Alun-alun dari selatan kita alihkan ke Jalan HOS Cokroaminoto. Ini akan melindungi pusat kota dari paparan corona covid-19 tanpa deteksi,” ucap dia.

Di lokasi lain, kendaraan dari arah barat (Jakarta) yang akan menuju jantung kota akan dialihkan ke Jalan Mataram (Terminal) untuk kemudian dilanjutkan menggunakan Jalur Lingkar Utara (Jalingkut). Begitu pula sebaliknya, kendaraan dari timur (Semarang) diarahkan menuju Jalingkut dan keluar melalui jalan samping Terminal.

” Jalan Gajah Mada tak ada kendaraan. Semua yang dari luar daerah tidak ada yang masuk ke kota. Ini tentunya untuk mewaspadai orang asing atau orang luar yang masuk ke Tegal. Bukan berburuk sangka, tetapi lebih kepada menjaga warga Tegal yang masih sehat agar tak terpapar corona covid-19,” kata dia.

Jokowi Ungkap Alasan Tak Lakukan Lockdown untuk Cegah Corona

buanduran Twitterissä: "@linchewei1 @CherylTanzil pa @jokowi ...


Seminarioaversa – Jokowi menjelaskan alasan tak memberlakukan lockdown atau karantina wilayah untuk mencegah penyebaran virus corona baru, Covid-19. Dia menyebut setiap negara punya karakter dan kedisiplinan yang berbeda-beda.

” Perlu saya sampaikan setiap negara memiliki karakter berbeda-beda, budaya berbeda-beda, kedisiplinan yang berbeda-beda. Oleh itu kita tidak memilih jalan itu (lockdown)” kata Jokowi, Selasa 24 Maret 2020.

Presiden bernama lengkap Joko Widodo itu mengaku telah mengalkulasi dan menganalisa setiap negara yang mengambil kebijakan lockdown. Menurut dia, penerapan sistem menjaga jarak antarmanusia adalah langkah paling tepat yang bisa diterapkan di Indonesia.

” Jadi yang paling pas di negara kita physical distancing, menjaga jarak aman,” kata dia. Dia yakin, dengan menjaga jarak antar manusia, sebaran Covid-19 bisa dihindari.

Jokowi meminta semua pihak betul-betul disiplin terhadap kebijakan social distancing. Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan belajar, bekerja, dan beribadah dari rumah untuk menekan penyebaran corona.

” Saya baca sebuah berita, sudah diisolasi membantu tetangganya yang mau hajatan, ada yang sudah diisiolasi masih belanja di pasar. Kedisplinan untuk mengisolasi yang penting,” kata Jokowi.

Alasan Pemerintah Belum Lakukan Lockdown Cegah Penyebaran Corona


Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menjelaskan alasan mengenai keputusan pemerintah belum mengambil karantina wilayah. Wiku menyebut, karantina wilayah berimplikasi pada tiga sektor penting.

” Lockdown belum diambil pemerintah karena membatasi betulan suatu wilayah atau daerah, berimplikasi ekonomi, sosial, dan keamanan,” kata Wiku, Rabu, 18 Maret 2020.

Wiku menyebut, kebijakan lockdown akan berdampak pada warga yang mengandalkan upah harian. Dengan lockdown aktivitas ekonomi akan berjalan sulit.

Untuk itu, saat ini, kata dia, solusi yang paling efisien yaitu menjaga jarak atau social distancing.

” Social distancing paling efektif,” ucap dia.

Sebelum Lockdown Diambil


Wiku menyebut, sebelum mengarah ke lockdown, masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan karantina mandiri. Setelah itu, karantina rumah, dan yang terakhir karantina di rumah sakit.

Selain itu, dia menyebut, ada lima langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari wabah virus corona ini.

” Pertama, jaga jarak. Kedua, dilarang jabat tangan. Tiga, cuci tangan. Empat, hindari kerumunan. Lima, pakai masker di tempat ramai,” ucap dia.

Wiku juga menyarankan agar masyarakat menjaga pola hidup sehat dan berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.