Larangan Mudik dan Dampak Kerugian Ekonomi Pada Saat Virus Corona
November 30, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Larangan Mudik 2020 Dan Dampak Kerugian Ekonomi Pada Saat Virus Corona

Mudik Lebaran

Mudik Resmi Dilarang karena virus corona

Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran untuk mencegah penyebaran virus corona Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas

Seminarioaversa – Pemerintah resmi sampaikan larangan mudik Lebaran 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas lewat video conference Selasa (21/4/2020). “Pada rapat hari ini, saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang,” kata Presiden Jokowi. Sebelumnya, pemerintah hanya melakukan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudik bukan secara tegas melarang. Lantas seperti apa kronologi penerapan larangan mudik oleh pemerintah?

Hanya imbauan tidak mudik

Menurut perhitungan pemerintah imbauan untuk tidak mudik adalah pilihan terbaik agar ekonomi tidak mati sama sekali. Ketika itu, Pelaksana tugas Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, masyarakat yang akhirnya memutuskan tidak mudik akan mendapat kompensasi. Namun pembahasan terkait opsi pelarangan mudik kembali dilakukan. “Ada kemungkinan larangan mudik dilakukan pemerintah. Apalagi libur nasional diakomodir akhir 2020 saat pergantian tahun baru,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiadi Jumat (17/4/2020).

ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN dilarang mudik

Pada 13 April 2020 pemerintah mengeluarkan larangan mudik, akan tetapi saat itu hanya diperuntukkan bagi ASN, TNI, Polri dan pegawai BUMN. Bagi mereka yang melanggar akan dikenakan beberapa sanksi.

Seperti operasi militer

Luhut juga memberikan keterangan bahwa keputusan larangan mudik seperti sebuah rangkaian akhir operasi militer. “Jadi, kalau saya umpamakan seperti operasi militer, persiapan logistik, persiapan sosialisasi dilakukan, latihan disiapkan, baru kita eksekusi,” ujarnya sebagaimana diberitakan (21/4/2020).

Ia mengatakan keputusan melarang mudik diambil dengan mempertimbangkan banyak hal. Butuh persiapan matang sebelum akhirnya keputusan itu diambil di antaranya adalah pemenuhan logistik lewat penyaluran bantuan sosial. “Jadi kita tidak ujug-ujug bikin begini karena semua harus dipersiapkan secara matang, cermat,” ucap dia.

Angkutan umum, pribadi, dan sepeda motor dilarang keluar zona merah

Terkait dengan keputusan pelarangan mudik ini, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi mengatakan telah menyiapkan skema dan aturan pelaksanaan pelarangan. Dalam skema itu kendaraan angkutan umum, kendaraan pribadi, serta sepeda motor tidak boleh masuk dan keluar ke zona merah. Akan tetapi akses jalan antar wilayah tidak ditutup karena pemerintah tidak melarang angkutan barang dan logistik beroperasi. Terkait larangan mudik, pemerintah akan menerapkan sanksi bagi mereka yang tetap nekat. ” Larangan mudik efektif terhitung Jumat, 24 April 2020. Ada sanksi-sanksinya, tapi sanksi efektif 7 Mei,” kata Luhut (21/4/2020).

Dampak ekonomi

Suasana sejumlah bus berbagai jurusan yang berhenti di Terminal 

Salah satu yang terdampak dengan larangan ini adalah para pengusaha bus. Biasanya saat momen lebaran adalah saat paling ditunggu bagi para pengusaha bus. “Kalau benar mudik dilarang juga, sudah selesai buat kami, artinya kami tidak bisa operasi,” ucap Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), kepada (21/4/2020). Menurutnya, sejak pertengahan Maret 2020, sektor bus pariwisata sudah tak mendapat pemasukan. Sementara bus antar kota antar provinsi tersisa 10 persen saja.

Ia mengatakan para sopir dan kondektur sudah banyak terkena imbas. Unit yang beroperasi dipangkas, dan pengemudi serta kernet sudah banyak yang dirumahkan karena tidak banyak bus yang beroperasi. Para penguasa bus pun beberapa banting stir dengan beralih ke jasa pengiriman barang atau logsitik. Meski demikian ia mengatakan, itu belum cukup untuk menutup kerugian, selain harus bersaing dengan jasa logistik lainnya.