April 6, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Ketahui Perbedaan Batuk Biasa dan Batuk Karena Virus Corona

Flu

Perbedaan Batuk Biasa dan Batuk Karean Virus Corona

Covid-19 berakibat fatal terutama orangtua dan orang sistem kekebalan tubuh lemah adanya ribuan kasus virus Corona di dunia dan penyebarannya yang cepat

Seminarioaversa – Virus corona atau Covid-19 telah menjadi pandemi di hampir sebagian negara-negara di dunia. Penyebarannya yang cepat dan meluas membuat orang-orang waspada.

Masih banyak yang kurang begitu paham dengan gejala-gejala jika seseorang terserang virus corona. Nah, salah satu gejala orang terjangkit virus corona atau Covid-19 adalah batuk.

Tetapi batuk yang dipicu oleh virus corona berbeda dengan batuk biasa yang disebabkan oleh virus influenza atau biasa disebut dengan flu.

Memang, gejala Covid-19 ini hampir mirip dengan gejala flu biasa yang dibarengi dengan demam, sakit kepala dan batuk.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut perbedaan gejala batuk akibat virus influenza dan virus corona yang perlu kamu ketahui.

Baca Juga : Cara Sosial Distancing yang Benar

Batuk Biasa Karena Flu

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, batuk akibat virus influenza sering terjadi secara tiba-tiba.

Penderita biasanya akan sembuh sendiri dalam waktu yang relatif singkat. Biasanya kurang dari dua minggu.

Batuk karena virus flu ini juga akan disertai dengan pilek dan bersin-bersin. Sementara penderita Covid-19 tidak mengalami kondisi tersebut.

Kesimpulannya, jika seseorang batuk disertai pilek dan bersin-bersin, maka kemungkinan dia hanya menderita sakit flu biasa.

Batuk Akibat Virus Corona

Sementara itu batuk pada orang positif Covid-19 berbeda dari batuk pada penderita flu.

Dr Sarah Jarvis, dokter dan Direktur Klinik di Patientaccess.com mengungkapkan bahwa orang positif Covid-19 akan mengalami batuk kering yang terus menerus.

Dr Sarah kemudian memberikan ciri-ciri dari batuk kering terus menerus yang kemungkinan menjadi gejala bagi orang terjangkit virus corona.

Ciri pertama adalah penderita belum pernah mengalami batuk kering terus menerus sebelumnya. Artinya, itu bukan batuk yang biasa dirasakan, seperti orang merokok kemudian batuk-batuk.

Batuk kering ini akan terjadi setidaknya selama setengah hari. Ciri lainnya, batuk ini terjadi terus menerus. Bukan sesekali seperti orang berdehem atau ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan.

Tetap Perlu Waspada

Sesuai namanya, batuk kering adalah jenis batuk yang tidak disertai dahak. Batuk kering sangat mengganggu. Biasanya disertai dengan rasa gatal di tenggorokan.

Jadi, meski tidak selalu positif Covid-19, penderita batu kering sebaiknya waspada. Karena batuk kering ini lebih berpotensi menjadi gejala Covid-19 dibandingkan dengan batuk yang disertai dahak.

Selain demam, gejala Covid-19 yang paling umum adalah batuk kering dan sesak napas. Gejala-gejala ini terlihat pada hampir 90 persen orang positif Covid-19.

Berapa lama gejala virus corona bertahan ?

Mengatasi Batuk Pilek dalam Waktu Semalam dengan Bahan Alami ...

Menurut CDC, gejala virus corona ini dapat muncul antara dua hingga 14 hari setelah terpapar virus. Jika memiliki gejala yang lebih ringan seperti kebanyakan orang, CDC mengatakan kemungkinan akan mengalami gejala selama beberapa hari dan merasa lebih baik dalam seminggu atau lebih.

” Banyak orang memiliki gejala selama dua minggu bahkan beberapa lebih lama dan yang lainnya lebih singkat,” kata Richard Watkins, M.D., Dokter Penyakit Menular dan Associate Professor of Internal Medicine di Northeast Ohio Medical University.

Tetapi jika memiliki kasus COVID-19 yang parah sehingga menyebabkan komplikasi seperti pneumonia, maka gejala akan bertahan lebih lama.

” Pasien yang sakit parah dan membutuhkan perawatan dan terus memiliki gejala seperti sesak napas selama enam minggu atau lebih,” kata David Cennimo, M.D., ahli penyakit menular dan Assistant Professor of Medicine di Rutgers New Jersey Medical School.

Berapa lama bisa menularkan setelah positif COVID-19?

Batuk Pilek - Gejala, penyebab dan mengobati - Alodokter

” Dokter tidak terlalu tahu tentang ini, beberapa orang telah ditemukan mengeluarkan pecahan virus hingga empat minggu. Tetapi tidak jelas apakah itu berarti mereka masih menular” ujar Dr. Watkins.
Cennimo mengatakan, awalnya pasien diuji untuk melihat apakah virus tidak lagi terdeteksi dalam sekresi hidung mereka. Tapi sekarang tidak ada yang mau melakukan banyak tes pada satu orang karena kurangnya alat uji dan bahan yang diperlukan.

Perhatikan Hal Ini

Tidak ada jangka waktu yang ditentukan untuk berapa lama bisa menular. Jika tidak melakukan tes, CDC mengatakan dapat meninggalkan rumah setelah tiga hal ini terjadi:

  • Tidak mengalami demam setidaknya selama 72 jam tanpa menggunakan obat penurun demam
  • Gejala telah membaik
  • Setidaknya tujuh hari berlalu sejak pertama kali memiliki gejala

Jika menjalani tes, maka dapat meninggalkan rumah setelah sebagai berikut:

  • Tidak lagi demam tanpa menggunakan obat penurun demam
  • Menerima dua hasil tes negatif berturut-turut selama 24 jam
  • Namun jika tidak yakin, jangan ragu untuk menghubungi dokter untuk memastikan.