Kasus Penipuan Putri Arab Saudi,Polisi sita mobil dan Surat Tanah
September 19, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Kasus Penipuan Putri Arab Saudi,Polisi sita mobil dan Surat Tanah

Putri Lolowah

Putri Raja Arab ditipu oleh warga negara indonesia

Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri kembali menyita aset tersangka kasus penipuan dengan korban Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al- Saud

Berita Trending – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri kembali menyita aset kepunyaan tersangka kasus penipuan dengan korban Putri Arab Saudi Lolowah binti Mohammed bin Abdullah Al- Saud.” Disita barang bukti dari tersangka penipu gadis Arab berbentuk( mobil) Audi serta Vellfire,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen( Pol) Ferdy Sambo lewat penjelasan tertulis, Kamis( 20/ 2/ 2020). 2 kendaraan mewah tersebut disita dari rumah tersangka bernama samaran EMC yang berada di Malang.

Masuk kedalam Daftar DPO

EMC saat ini masih buron serta sudah dimasukkan ke dalam Catatan Pencarian Orang( DPO). Dengan begitu, total 4 kendaraan yang sudah disita Bareskrim dari para terdakwa. Tadinya, penyidik menyita 2 kendaraan adalah, mobil Jaguar serta Toyota Alphard. Penyidik pula sudah mengajukan pemblokiran terhadap 26 sertifikat tanah milik para terdakwa.” Kami telusuri hasil LHA( Laporan Hasil Analisa) PPATK. Aset tanah kita blokir semua,” ungkap Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen( Pol) Ferdy Sambo ketika dihubungi Kompas. com, Kamis( 13/ 2/ 2020)

Memiliki 26 Surat Tanah

Aset tanah tersebut tersebar di Gianyar, Bali, Kota Malang dan Kabupaten Malang, Jawa Timur. Total ada 26 sertifikat tanah yang diblokir. Di Gianyar, ada 7 sertifikat tanah yang diblokir dan berlokasi di wilayah Pejeng Kawan. Setelah itu, ada 18 sertifikat tanah di Karangbesuki, Pisang Candi serta Gading Kasri, Kota Malang, yang diblokir. Terakhir, satu sertifikat tanah di Kromengan, Kabupaten Malang, yang diblokir. Dalam permasalahan ini, polisi sudah menetapkan 2 terdakwa. Tidak hanya EMC yang masih diburu polisi, satu terdakwa yang lain berinisial EAH. Dikenal, EMC merupakan bunda dari EAH.

Sementara itu, EAH sudah ditangkap Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa( 28/ 1/ 2020). Akibat kasus tersebut, Putri Lolowah menderita kerugian sekitar Rp 512 miliyar. Awalnya, Putri Lolowah mengirim duit Rp 505, 5 miliyar sejak 27 April 2011 sampai 16 September 2018. Duit tersebut ditujukan buat membeli tanah serta membangun Villa Kama dan Amrita Tedja di Jalur Pura Dalem, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Namun, pembangunan tersebut tidak kunjung selesai sampai 2018.

Mendapati pula kalau berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik( KJPP) Ni Made Tjandra Kasih, nilai bangunan vila tidak seperti yang dijanjikan. Tidak cuma itu, para terdakwa pula menawarkan lahan seluas 1. 600 m persegi di Jalur Tepi laut Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali. Tetapi, sehabis Putri Lolowah mengirim duit sebanyak 500. 000 dollar AS ataupun dekat Rp 6, 8 miliyar, lahan tersebut nyatanya tidak dijual oleh pemiliknya.