Ini Alasan Kenapa Transpuan Korban Prank Ferdian Paleka Cabut Laporan
November 24, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Ini Dia Alasan Kenapa Transpuan Korban Prank Ferdian Paleka Cabut Laporan

Youtuber

Ferdian Paleka 'Youtuber Prank Sampah'

YouTuber Ferdian Paleka bebas dari rumah tahanan Satreskrim Mapolrestabes Bandung pada Kamis (4/6). Begitu juga dengan dua rekannya

Seminarioaversa YouTuber Ferdian Paleka bebas dari rumah tahanan Satreskrim Mapolrestabes Bandung pada Kamis (4/6). Begitu juga dengan dua rekannya, Tubagus Fahddinar dan Aidil.


QQMulia Situs Judi Online & Judi Bola Terpercaya di Indonesia

Bebasnya trio pemuda tersebut lantaran korban aksi prank sampah, yang merupakan transpuan, mencabut laporannya. Apa yang mendasari pencabutan laporan tersebut ?

Reza Rumakat, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung mengatakan, para korban mencabut laporan karena tidak siap menghadapi proses persidangan. Seperti diketahui, proses persidangan bisa memakan waktu yang panjang.

Selain itu, Reza juga mengungkap ada sejumlah alasan di luar proses persidangan yang mendorong para korban mencabut laporannya. “Ada beberapa alasan di luar proses persidangan seperti kondisi tekanan psikis untuk nantinya harus menjadi saksi ketika di pengadilan,” ujar Reza saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2020).

Prank Bagi Sembako Isi Sampah, Ferdian Paleka Dikecam | Tagar

Menurutnya, para korban juga enggan terlalu terekspose. Pasalnya, status sebagai transpuan atau waria masih dianggap tabu di masyarakat.

“Salah satunya over ekspose juga dapat mengganggu kondisi lingkungan kerja, karena status transpuan masih tabu dan masih mendapatkan perlakuan diskriminasi,” kata Reza.

Ferdian Paleka bebas usai pelapor mencabut laporan polisi. Pencabutan laporan itu setelah adanya perdamaian antara Ferdian dan korban yang diwakili oleh orang tua Ferdian.

“Dan yang perlu diketahui, Ferdian itu bebas karena perkaranya dihentikan karena adanya perdamaian. Dia itu bukan posisi bebas bersyarat, artinya kan kalau bukan bebas bersyarat itu bukan diawasi, kan posisinya sudah bebas,” tutur Rohman.

Ia menjelaskan proses perdamaian itu berujung pencabutan laporan oleh korban. Menurut Rohman, perdamaian dilakukan saat keluarga Ferdian dan tersangka lain bertemu dengan pihak korban.

“Perdamaiannya 19 Mei, kita itu hanya memfasilitasi pertemuan antara korban dan keluarga Ferdi. Suasana Ramadhan kemarin kan dimanfaatkan keluarga untuk melakukan perdamaian. Pelapor sendiri tidak ingin perkara ini berlanjut,” ucap Rohman.