Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.000 Meter
September 18, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Gunung Merapi Erupsi, Tinggi Kolom Abu Capai 2.000 Meter

Erupsi Gunung Merapi

Erupsi Gunung Merapi tinggi abu mencapai 2000m

Gunung Merapi mengalami erupsi dengan besar kolom abu mencapai 2. 000 m dari puncak. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi

Berita Peristiwa – Gunung Merapi mengalami erupsi pada Kamis Pagi( 13/ 2) dengan besar kolom abu mencapai 2. 000 m dari puncak. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi( BPPTKG) mengatakan awan panas letusan Gunung Merapi terekam di seismogram pada jam 05: 16 Wib dengan amplitudo 75 milimeter dan duransi 150 detik.

” Teramati besar kolom erupsiĀ±2. 000 m. Arah angin ke barat laut,” tulis BPPTKG lewat akun Twitter resminya,Kamis( 13/ 2).

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi Waspada yang diberikan semenjak Mei 2018. Dengan status tersebut, BPPTKG buat sementara tidak merekomendasikan aktivitas pendakian kecuali buat kepentingan penyelidikan dan riset yang berkaitan dengan mitigasi bencana. Lembaga ini pula mengimbau masyarakat tidak melaksanakan kegiatan dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Kemarin, BPPTKG pula mencatat Gunung Merapi hadapi 5 kali gempa guguran sepanjang periode pengamatan mulai jam 00: 00- 06: 00 Wib. Tidak hanya gempa guguran, Gunung Merapi pula hadapi 2 kali gempa low frekuensi, 5 kali gempa hybrid atau gempa fase banyak, dan satu kali gempa tektonik lokal. Gunung Merapi ialah salah satu gunung sangat aktif di Indonesia. Ssejarah Gunung Merapi tercatat semenjak 3000 tahun kemudian. Sepanjang itu, erupsi sudah terjalin berulang kali dan memunculkan korban jiwa.

BPPTKG Ungkap Penyebab Erupsi Gunung Merapi Pagi Ini

” Jadi aku tekankan di sini merupakan ini karakternya Merapi dikala ini adalah erupsi gas yang kecil,” tegasnya.

Pemicu terbentuknya erupsi Gunung Merapi tadi pagi, lanjut Hanik, merupakan penumpukan gas yang terletak di kantong magma Merapi.

” Letusan ini diakibatkan oleh penumpukan gas. Dampaknya cuma hujan abu tipis, sebarannya hingga dekat 10 km jika tidak salah. Nanti aku cek lagi buat sebaran abunya,” katanya.

Hanik memohon kepada warga supaya tidak perlu takut. Baginya letusan Merapi pagi ini ialah karakter khas Gunung Merapi saat ini.

” Jadi tidak perlu dikhawatirkan karena dari data- data yang terdapat itu tidak terdapat peningkatan yang signifikan jadi warga tidak harus panik. Ini merupakan kepribadian Merapi yang saat ini ini,” jelasnya.

Ia berkata, sepanjang ini material yang terlontar dari erupsi tadi pagi cuma gas dan abu vulkanik.

” Material yang dikeluarkan tidak terdapat awan panas jadi tadi gas sama abu vulkanik,” ucapnya.