June 6, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Cerita Driver Ojol & Tukang Bakso Melawan Takut Corona Demi Keluarga

Ojek Online

Ojek Online Sedang Beroperasi

Penerapan physical distancing atau pembatasan fisik di Kota Malang imbas mencegah penyebaran virus corona membuat sejumlah orang mengalami penurunan omset

Seminarioaversa – Penerapan physical distancing atau pembatasan fisik di Kota Malang imbas mencegah penyebaran virus corona membuat sejumlah orang mengalami penurunan pemasukan.

Salah satu pihak yang terdampak yakni pengemudi ojek online dan pedagang bakso keliling. Seorang pengemudi ojek online, Mochamad Fandi mengaku pendapatannya menurun hingga 40 persen.

Baca Juga : Cara Social Distancing yang Benar

“Menurun drastis, kalau biasanya mengandalkan pengantaran penumpang sekarang hanya bergantung ke pengantaran makanan. Hampir 40 persen-lah,” tutur Fandi saat dihubungi, Selasa (31/3/2020).

Ia khawatir dengan kondisi di Kota Malang saat ini, mengingat penyebaran corona yang masif. Namun karena banyaknya kebutuhan hidup, termasuk harus mencicil sepeda motor, mau tidak mau ia harus tetap bekerja.

“Ya kalau dibilang takut ya pasti takut. Kita kan enggak tahu nganterinnya orang atau makanan itu sehat atau tidak. Apalagi kalau dapat order makanan yang dekat rumah orang yang kena corona, khawatir ada. Tapi ya mau gimana lagi, biaya hidup jalan terus,” ceritanya.

Mengalami Penurunan omset drastis

Tukang Bakso Dapat Bantuan Beli Rumah, Ini Syaratnya - INAPEX.co.id

Lain pengemudi lain pula penjual bakso keliling bernama Supriyadi. Penjual bakso yang sehari-hari berada di kawasan Madyopuro hingga Sawojajar ini mengaku ada penurunan omzet, meskipun tak signifikan.

“Kalau menurun ya ada, apalagi orang sekarang takut keluar. Paling saya ngandelin pelanggan lama yang biasanya beli langsung telepon dan saya ke rumahnya,” bebernya.

Pria berusia 37 tahun ini mengaku sebenarnya juga resah dengan maraknya penyebaran virus corona di Kota Malang. “Ya kalau takut pasti ada, apalagi katanya kemarin yang positif corona di Kelurahan Sawojajar. Tapi ya gimana lagi daripada anak istri enggak bisa makan,” lanjutnya.

Terkait adanya skema bantuan dari Pemkot Malang, ia mengungkapkan berharap keluarga tak mampu seperti dirinya bisa mendapatkan bantuan itu. “Kalau bisa memang masyarakat kayak kita ini dapat bantuanlah, yang penting bisa membantu pengeluaran keluarga,” timpalnya.

Sebagai informasi di Kota Malang terdapat empat pasien positif corona, namun dari empat orang pasien tersebut, tiga orang dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan. Sedangkan satu orang pasien positif corona masih menjalani perawatan di ruang isolasi RS Panti Waluya.