Banding Manchester City Dikabulkan, Rummenigge Sindir UEFA
August 16, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

Banding Manchester City Dikabulkan, Rummenigge Sindir UEFA

Pemain Manchester City

Para pemain Manchester City merayakan gol Kevin De Bruyne ke gawang West Ham United pada laga Liga Inggris di Etihad Stadium, Rabu (19/2/2020)

Seminarioaversa – CEO Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge, kecewa terhadap keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang membatalkan hukuman Manchester City. Menurutnya, Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) sudah gagal dalam mengimplementasikan kebijakan Financial Fair Play (FFP).

Seperti diketahui, CAS mencabut hukuman larangan bermain selama dua tahun di Liga Champions yang dijatuhkan oleh UEFA pada 13 Juli 2020. Manchester City sebelumnya mengajukan banding atas hukuman dari UEFA tersebut dengan mengirimkan tim pengacara mumpuni.

CAS pada akhirnya merevisi hukuman menjadi hanya denda senilai 10 juta Euro (setara Rp171,5 miliar). Sebelum mengambil putusan, CAS sudah melihat bukti-bukti yang diajukan Man City atas klaim pelanggaran terhadap FFP sepanjang 2012-2016.

Putusan CAS pada akhirnya diprotes oleh sejumlah manajer klub Liga Inggris seperti Jurgen Klopp dan Jose Mourinho. Sementara itu, Karl-Heinz Rummenigge justru menudingkan jari pada UEFA yang dinilainya kurang tegas dan inkompeten dalam kasus tersebut.

Manchester City Owner Sells $500 Million Stake to U.S. Investor ...

Ketika Man City mengajukan banding, mereka pasti sudah menunjukkan bukti-bukti yang kuat. Sebaliknya, UEFA gagal mempersembahkan bukti yang kuat sehingga Man City bisa melihat adanya celah. Karena itu, Rummenigge yakin keputusan CAS tidak terlepas dari kelalaian UEFA.

“Saya yakin keputusan akhir dari CAS adalah hasil akhir dari pekerjaan buruk yang dilakukan panel UEFA yang bertanggung jawab untuk Liga Champions. Sepertinya begitu. Yang saya dengar, mereka tidak terlalu terorganisasi dengan baik,” serang Karl-Heinz Rummenigge, dilansir dari Goal, Rabu (29/7/2020).

“Kita harus mengubah FFP karena dalam 10 tahun terakhir, sepakbola berubah secara dramatis dalam hal perilaku finansial. Jadi, kita harus mencari alat kebijakan lain,” tutup pria berkebangsaan Jerman berusia 64 tahun tersebut.