5 Analisis Bigmatch Premier League Manchester United vs Chelsea
November 25, 2020

Informasi Berita Indonesia dan Dunia Terupdate Hari Ini

Berita Indonesia dan Dunia hari ini, kabar terbaru terkini. Berita aktual, peristiwa, bisnis, bola, tekno, gosip, artis, viral, trending

5 Analisis Bigmatch Manchester United vs Chelsea

Premier League

Big Match Premier League MU vs Chelsea

Seminariaoversa BIG Match yang mempertemukan Manchester United vs Chelsea di pentas Liga Inggris 2020-2021 telah rampung digelar. Hasilnya, kedua tim sama-sama mengantongi satu poin karena laga berakhir dengan skor imbang.

Situs judi slot online Terpercaya dan Terlengkap di Indonesia

Pertandingan yang digelar di Stadion Old Trafford, Sabtu 24 Oktober 2020 malam WIB itu berakhir dengan skor kacamata alias 0-0. Baik pemain Man United ataupun Chelsea, sama-sama tak bisa mencetak satu pun gol hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Usai laga digelar, sejumlah fakta menarik pun terdapat. Beberapa pemain menjadi bahan perbincangan khalayak ramai. Kali ini, kami akan turut membahas beberapa hal dari laga itu. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Minggu (25/10/2020), berikut lima analisis laga Manchester United vs Chelsea.

5. Usaha Victor Lindelof Pertahankan Tempat di Starting XI Man United

Victor Lindelof is ready for Man Utd v Chelsea | Manchester United

Usai dibantai Tottenham dengan skor 1-6, lini pertahanan Man United terus disorot. Man United dinilai tak memiliki pemain yang bagus untuk posisi tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan ialah Victor Lindelof.

Tetapi, Lindelof tampak berhasil membayar penilaian miring soalnya. Ia membuktikan kualitasnya sebagai pemain saat melawan Chelsea. Meski Chelsea tak dalam performa terbaiknya, Lindelof mampu menangani segala ancaman yang diberikan pemain Chelsea.

Bahkan dalam penguasaan bola, pemain berusia 26 tahun itu mencoba untuk melangkah ke depan dan berusaha untuk mengguncang Chelsea. Dalam performa yang solid, Lindelof memenangkan tiga duel, menciptakan satu peluang, dan menyelesaikan 56 operan. Hal ini tentu saja positif bagi Lindelof yang tengah berjuang mempertahankan posisi di Starting XI Man United.

4. Edouard Mendy Tampil Apik untuk Chelsea

Edouard Mendy on Chelsea's decision to register Petr Cech

Selain Lindelof, penampilan kiper anyar Chelsea, Edouard Mendy, juga menjadi sorotan. Penandatanganan Mendy telah memberi pelatih Chelsea, Frank Lampard, alternatif untuk kiper yang rawan kesalahan. Saat melawan Man United, Mendy pun membuktikan kemampuannya.

Dalam permainan yang menawarkan kualitas besar itu, Man United menjadi tim yang paling banyak melakukan tembakan ke gawang. Dengan begitu, Mendy pun harus bekerja lebih banyak lagi.

Kiper berusia 28 tahun itu pun sukses melakukan pekerjaannya dengan baik. Dia melakukan empat penyelamatan dan menyelesaikan 74% operannya. Dia mungkin tidak spektakuler, tapi fans Chelsea akan menghargai memiliki penjaga gawang di atas rata-rata.

3. Edinson Cavani Jalani Debut yang Sangat Ditunggu-tunggu

Hasil Pertandingan Liga Inggris MU vs Chelsea: Sama-sama Mandul - INDOSPORT

Sosok Edinson Cavani juga turut mendapat perhatian besar di laga Man United vs Chelsea. Dalam laga itu, Cavani diketahui akhirnya menjalani debut bermain bersama Man United sejak didatangkan pada musim panas 2020.

Sudah lama sekali sejak Cavani terakhir kali terlihat di lapangan sepakbola, tepatnya sudah sekira enam bulan. Hasratnya bermain sepakbola pun akhirnya terlepas pada kemarin malam. Cavani melakukan debutnya di Man United yang sudah sangat ditunggu-tunggu

Dia masuk pada menit ke-57 dalam laga itu. Kontribusi besar pun langsung terlihat kala itu. Cavani hampir mencetak gol dengan sentuhan pertamanya. Namun, karena kurangnya servis, pemain berusia 33 tahun itu gagal mencetak gol.

2. Pendekatan Konservatif Chelsea

SKOR 0-0! Live Streaming MU vs Chelsea, Nonton Babak II di TV Online Liga  Inggris di Sini - Banjarmasin Post

Meskipun menghabiskan hampir 200 juta poundsterling atau sekira Rp3,8 triliun untuk tampil lebih baik musim ini, Lampard ternyata memilih line-up yang lebih defensif saat melawan Man United. Di atas kertas, dia menerapkan pola 3-4-3, tetapi di atas lapangan Chelsea berubah menjadi 5-4-1 yang tampaknya bisa membungkam bakat menyerang Man United.

Pendekatan tersebut berhasil. Tetapi, mengingat jumlah uang yang dihabiskan Chelsea pada musim panas ini, The Blues –julukan Chelsea– tidak boleh memarkir bus di tempat mana pun, selain di Stadion Etihad atau Anfield.

Dibanding dengan jumlah 14 tembakan Man United, Chelsea hanya melakukan enam tembakan ke gawang selama 90 menit. The Blues tampak berhati-hati dalam permainan menyerang dan tampaknya puas dengan bermain imbang.

1. Harry Maguire Beruntung Tidak Kebobolan Penalti

MU vs Chelsea: Ini 5 Keunggulan Harry Maguire Menurut Mourinho - Bola  Liputan6.com

Terakhir, analisis berkaitan dengan penampilan bek Man United, Harry Maguire, yang tengah mendapat sorotan besar belakangan ini. Dua bulan terakhir tampaknya menjadi waktu yang sangat panas bagi kapten Man United itu.

Namanya terus diperbincangkan hingga kritik keras tak terelakkan. Tetapi, Maguire tak rapuh dengan kondisi ini. Ia justru tampil apik kala bermain melawan Newcastle United hingg bahkan mencetak gol.

Melawan Chelsea, pemain berusia 27 tahun itu tidak melakukan kesalahan, kecuali satu momen yang meragukan. Di pertengahan babak pertama, Maguire terlihat melakukan pelanggaran terhadap Caesar Azpilicueta.

Beruntung, kondisi itu tak berujung pada penalti. Tetapi, banyak pihak mempertanyakan keputusan wasit kala itu karena Maguire terlihat jelas melakukan pelanggaran kepada Azpilicueta.